SMK NUSATAMA PADANG

Jl. Pramuka IIC No. 2 Khatib Sulaiman Padang

SMK Bisa

Kedatangan Tim Puskesmas Ulak Karang dalam Rangka Kegiatan Gerakan Tanpa Asap Rokok (GERTAK)

Jum'at, 28 Oktober 2022 ~ Oleh Apri Yolla Mulya Sartika, S.Pd ~ Dilihat 326 Kali

Merokok merupakan penyebab kematian dini yang dapat dicegah. Perokok memiliki risiko tinggi untuk berkembang menjadi penyakit kronis. Seperti aterosklerosis, penumpukan lemak pada pembuluh darah arteri yang dapat mengakibatkan penyakit jantung koroner, serangan jantung dan stroke. Rokok mengandung 4000 bahan kimia, 200 diantaranya beracun dan 43 penyebab kanker. Racun utama pada rokok adalah Nikotin, Tar dan Karbon Monoksida (CO). Nikotin adalah zat adiktif (menimbulkan kekambuhan) yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan. Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.
Efek racun rokok membuat penghisap asap rokok mengalami resiko lebih besar (dibanding yang tidak menghisap asap rokok) sebagai berikut : 14 kali menderita kanker paru-paru, mulut dan tenggorokan. 4 kali menderita kanker lambung. 2 kali kanker kandung kemih/kelamin 2 kali serangan jantung. Rokok juga meningkatkan resiko kematian bagi penderita penyakit paru dan gagal jantung, impotensi serta tekanan darah tinggi terutama pada wanita hamil. Perokok pasif adalah orang yang tidak merokok tetapi ada disekitar (dalam jangkauan) asap rokok. Efek asap rokok bagi perokok pasif ada dua macam yaitu efek langsung dan tidak langsung. Efek langsung, seperti iritasi mata, batuk-batuk, pusing dan mual-mual. Bagi penderita asthma bisa menurunkan fungsi paru. Efek yang ditimbulkan 3 kali lebih berbahaya dari pada perokok aktif. Efek tidak langsung, perokok pasif memiliki peningkatan resiko terkena kanker sebanyak 25%. Pada bayi bisa mengalami Sudden Infant Death Syndrome atau kematian mendadak. Calon ibu yang merokok atau terpapar asap rokok saat mengandung menyebabkan berbagai kelainan saat melahirkan seperti kekurangan berat badan, posisi janin tidak benar, kecacatan dan lain-lain. Pada anak-anak asap rokok dapat menyebabkan Pneumonia (radang paru-paru), Bronchitis, Asthma, Infeksi telinga dan lain-lain. Sedangkan bagi orang dewasa menyebabkan berbagai jenis kanker seperti kanker paru-paru dan kanker panyudara, sinus (radang pada hidung), penyakit jantung, menurunkan fungsi hati, sampai menurunkan fungsi seksual (impotensi). Sekitar 70% perokok pasif terpapar asap rokok saat berada di tempat umum (https://dinkes.acehprov.go.id/news/read/2019/07/05/99/hidup-sehat-tanpa-rokok.html).

Untuk mencegah dan menanggulangi bahaya asap rokok maka Dinas Kesehatan Puskesmas Ulak Karang melakukan Pemeriksaan terhadap Siswa SMK Nusatama Padang dengan sampel 10 orang di ruangan Perpustakaan. Pemeriksaan tersebut diambil dari sampel nafas siswa yang ditiupkan pada selang yang telah disediakan kemudian diukur dengan alat ukur kadar oksigen, apabila nilainya <6 maka siswa tersebut memiliki paparan asap rokok yang tinggi. Berikut dokumentasi yang dapat dilihat di bawah ini :

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT